Kamis, 23 Februari 2012

Nur Khanifah: Optimis Kelak jadi Entrepreneur

 

Staff Administrasi KABIT (Kelompok Bermain Islam Terpadu) Bee Happy.

Semangat dan keinginannya untuk mandiri sangat kentara saat berbicara dengan perempuan alumni Kampus Kemandirian 2010-2011 ini. Ia pun optmis kedepannya ingin menjadi entrepreneur sukses. 

Nur Khanifah, nama lengkap gadis kelahiran Pasuruan pada 21 Juni 1991 ini. Sejak berusia 4 tahun. Nur Khanifah telah berstatus yatim. Bapaknya, Muslimin, pada tahun 1995 telah meninggal dunia karena sakit. Praktis, tulang punggung keluarganya berganti ke ibunya, Robiatul Adhawiyah. “Ibu harus memenuhi kebutuhan keluarga dengan 8 orang anak, dengan berjualan makanan dan minuman ringan,” kata Nur Khanifah ketika diwawancarai MAYA pada Sabtu (10.12), ditempat kerjanya.

Karena sang ibu sudah tidak kuat lagi memenuhi kebutuhan keluarganya, Nur Khanifah pun diasuh oleh salah satu kerabatnya dan dibawa ke Denpasar, Bali. “Saya disana hingga lulus sekolah di SDN 10 Sanur Denpasar, Bali. Lalu saya kembali ke Pasuruan,” ujarnya.

Kemudian Nur Khanifah meneruskan sekolah di Mts Pondok Pesantren Wahid Hasyim, Bangil. Lalu dilanjutkan sekolah di MAN II juga di Pondok Pesantren Wahid Hasyim, Bangil. “Selepas lulus MAN, saya sebenarnya ingin merantau dan mencari pekerjaan. Karena untuk bisa melanjutkan kuliah, jelas tidak mungkin, sebab sudah tidak ada biaya,” ungkapnya.

Tapi oleh salah satu kakaknya, Nur Khanifah disarankan untuk mendaftar di Kampus Kemandirian Surabaya, karena gratis selama setahun dengan tinggal diasrama. “Selain itu, semua lulusan Kampus Kemandirian sebelum maupun setelah diwisuda, mahasiswanya sudah bisa bekerja. Hal inilah yang membuat saya tertarik untuk mendaftar ke PMU Kampus Kemandirian,” terangnya.

Setelah dinyatakan lolos tes, ia mengaku senang dan bangga bisa menjadi salah satu mahasiswa PMU (Politeknik Mandiri Utama) Kampus Kemandirian Tahun Ajaran 2010-2011. “Banyak hal yang bisa saya peroleh selama di Kampus Kemandirian dan asramanya. Selain ilmu akuntansi, saya juga mendapatkan pengetahuan tentang agama. Mulai sholat wajib dan sunnah, puasa wajib dan sunnah, mengaji dan lainnya,” kata anak ke 7 dari 8 bersaudara ini.

Kemudian saat lulus dan diwisuda oleh Kampus Kemandirian, Nur Khanifah langsung ditawari bekerja di KABIT (Kelompok Bermain Islam Terpadu) Bee Happy, di Jalan Jambangan Kebonagung Asri Kav. 41, Surabaya, sebagai staff Akuntansi. Ditempat kerja tersebut, Nur Khanifah mengaku betah dan senang dengan pekerjaan dan lingkungannya. Kebetulan ia sendiri senang dekat dengan anak-anak kecil. “Selain sebagai staff akuntansi dan administrasi, saya juga membantu memberikan materi untuk anak-anak di KABIT Bee Happy. Karena tempat ini selain untuk sekolah PAUD juga sebagai tempat penitipan anak-anak,” kata Nur Khanifah.

Sementara itu, penghasilannya selama bekerja di KABIT Bee Happy sebagian besar ditabungnya. Karena Nur Khanifah sudah tidak perlu memikirkan biaya untuk tempat tinggal. “Alhamdulillah, saya diijinkan untuk tinggal di salah satu kamar disana tanpa dipungut biaya, alias gratis. Sehingga bisa menghemat pengeluaran,” jelasnya.

Kedepan nanti, Nur Khanifah memiliki rencana untuk masa depannya. Salah satunya, bisa kuliah lagi di jurusan bahasa Inggris. “Lalu bisa menjadi seorang entrepreneur, atau pengusaha rumah makan dan butik,” harap Nur Khanifah penuh optimis.(***)

 

  • Banner1
  • Banner2
  • Banner4
SUPER GIZI QURBAN; LEBIH LAMA NIKMATNYA, LEBIH LUAS MANFAATNYA